Sean Dyche tidak mau membuat alasan untuk goyah Burnley

Kesempatan berlarut-larut musim kemarin Burnley ada di tempat sangat bawah Liga Primer dengan satu point dari lima laga. Bila mereka kalah dari team posisi ke lima di Bournemouth di kandang di hari Sabtu, itu akan meningkatkan awal terburuk mereka untuk kampanye liga saat 90 tahun, serta Sean Dyche yang umumnya semangat mengaku ia tidak dapat menuturkan kabut yang sudah turun pada beberapa pemainnya. Kabutnya ialah gambaran sang manajer sendiri, tidak ditujukan untuk mengacu pada film John Carpenter, walau Dyche sudah ambil untuk melihat film horornya sendiri berbentuk siaran lagi laga dengan nada yang tidak diterima. “Bila Anda memotong semua kebisingan, Anda bisa lihat skema permainan,” jelas Dyche.

Baca Juga : Carrick Mengaku Depresi Berat Setelah MU Kalah dari Barcelona di Final Liga Champions

“Di Wolves minggu lantas contohnya, kami menghindarinya tapi kami tidak meng-outsprint mereka. Kurang cuma kerja keras, Anda mesti kerja dengan pintar. Mata Anda tidak berdusta, terpenting dalam sinar dingin hari melihat siaran lagi dari kekalahan. Anda bisa lihat Anda bukan satu juta mil jauhnya tapi Anda dapat juga lihat Anda kurang dekat untuk memperoleh hasil. ” Dyche ialah manajer yang keyword tahun kemarin ialah kejelasan. Ia suka pada rantai komando yang simpel, gampang dimengerti, serta sejumlah besar keberhasilan musim kemarin dapat jadi fakta jika Burnley beroperasi menjadi unit yang bisa diperkirakan, hanya terbatas dalam style permainan mereka mungkin tetapi masih tetap susah untuk ditangani sebab kebanyakan orang terjerat pekerjaan mereka serta sama-sama memberi dukungan.

Lihat Juga :  Steven Gerrard memperingatkan Rangers untuk meningkatkan disiplin setelah kemenangan liga pertama

Baca Juga : Sergio Ramos: Real Madrid Belum Mati

Bila pemain yang sama saat ini beroperasi dalam kegelapan, bagaimana juga dengan metaforis, apakah yang ia fikir salah? “Kabutnya di luar,” kata Dyche, terdengar lebih John Carpenterish dari mulanya. “Terakhir kali kami alami itu dalam persiapan untuk musim sesudah kami turun. Ada keanehan; beberapa pemain masih tetap tahu apakah yang mereka kerjakan tapi tidak dapat temukan iramanya. Bukan bermakna pemain sudah melupakan apakah yang semestinya mereka kerjakan – kami masih tetap mempunyai tim yang bagus di sini – tapi bahkan juga pemain yang bagus bisa mempunyai mantra saat itu susah. ” Pada refleksi, Dyche terasa kabut mungkin bukan pilihan kata yang baik. “Saya tidak dapat pikirkan yang lebih baik,” tuturnya. “Mabuk ikut tidak benar. Kami tidak menanggung derita reaksi untuk mengakhiri ke-7 di liga serta saya ikut tidak mau memakai laga yang kami mainkan di kwalifikasi Liga Europa menjadi fakta. Mungkin ada unsur kecapekan di masa-masa sebab perjalanan, serta masalah bermain di hari Kamis serta Minggu, tapi saya pikir pemain saya tidaklah terlalu capek.

Lihat Juga :  Shearer: Manchester United Memalukan!

Baca Juga : Gabung Real Madrid, Mimpi Vinicius Malah Kandas

Di Wolves kami kurang bagus dan itu yang butuh kami perbaiki. ” Burnley sudah terserang cedera semenjak masuk ke sisi atas meja musim kemarin. Mereka mempunyai tim yang cukuplah mendalam untuk menutupi beberapa kemungkinan besar tapi sebab kehilangan Steven Defour serta Robbie Brady, mereka sudah kehilangan dua pemain yang sangat mungkin untuk memberi kreatifitas dari posisi tengah atau percikan kecerdikan yang diperlukan untuk merusak lawan-lawan kelas atas. Kedua-duanya hampir kembali, walau tidak di hari Sabtu, serta Burnley akan keluar menantang Bournemouth masih tetap berupaya untuk pimpin dalam laga untuk kali pertamanya musim ini. Itu, dengan bukti jika dua dari tiga gol mereka di liga musim ini sudah diciptakan oleh James Tarkowski, 1/2 pusat, tunjukkan suatu yang salah tembak di muka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme