Piala Dunia Spanyol berharap beristirahat di bentuk Alvaro Morata dan Diego Costa

Sesudah imbang 1-1 Spanyol dengan Jerman, ialah jika Chelsea sudah merusak kesempatan luar La Roja untuk memenangi Piala Dunia 2018 di Rusia. Laga, yang bersama dengan tes Selasa menantang Argentina mewakili peluang ke-2 dari Julen Lopetegui untuk tahu bagaimana Spanyol bermain dengan striker tengah, betul-betul dirayakan karena kualitas serta daya saingnya yang menusuk. Apakah yang diperlihatkan ialah jika juara dunia 2010 begitu merindukan Alvaro Morata saat dia mangkir – terpenting saat Diego Costa ialah seperti riskan jelek seperti yang ia hasilkan saat melawan Marc-Andre ter Stegen.

Chelsea jatuh dengan penyerang serta di turunkan ke Atletico. Walau bukannya menaruh serta memakai dia sampai Januari, lalu menjualnya, Costa di kirim ke padang gurun serta habiskan enam bulan tanpa sepakbola kompetitif karena larangan FIFA yang hentikan Atletico dari mendaftar pemain baru. Costa mungkin saja sudah membuat ketidaksamaan material buat Antoine Griezmann semenjak perubahan tahun (tujuh gol di semua pertandingan sampai Januari; 16 dalam 12 minggu sesudahnya buat petenis Prancis) tapi Spanyol tidak mainkan skema “penyerang ke-2” yang sama dari tempat mana Griezmann faedah untuk klubnya.

Diluar itu, Costa belumlah memperoleh kembali ketajaman serta keyakinan dianya di muka gawang. 2x di Dusseldorf menantang Jerman, ia melemparkan kesempatan, termasuk juga satu lawan satu saat ia dapat lihat mata putih Ter Stegen. Chelsea mungkin saja ada dalam hak mereka untuk lakukan apakah yang mereka kehendaki dengan Costa, tapi penyerang itu dapat betul-betul geram bila, seperti yang dia klaim, itu ialah ketetapan sepihak yang diambil oleh manajer Antonio Conte serta dikatakan padanya lewat pesan teks – nampaknya ke ketidaksenangan bos Italia di Stamford Bridge. Sekarang ini cost jalinan rusak Costa dengan Conte dibayar oleh Spanyol.

Lihat Juga :  Kekalahan dari Juventus Bakal Bikin Pelatih Inter Milan Sulit Tidur

Dengan semua sesuatunya sama dengan, pemain dari Spanyol kelahiran Brasil ini menaruh peluangnya yang dibungkus hadiah, karena itu team Lopetegui cuma akan menaklukkan Jerman sejak semi final Euro 2016.Dalam peristiwa besar yang lain, dia tidak menghiraukan seruan David Silva untuk tinggalkan umpan silang di menit ke-76 serta tekanan Costa untuk terbang di hawa untuk memperoleh peluang pada kesempatan itu mungkin saja menghasilkan kesempatan buat pembuat gol paling banyak sekarang ini di Spanyol. Dorongan pra-Piala Dunia yang berarti terbuang, tapi absennya Morata mungkin saja lebih menggelisahkan.

Dia mungkin saja cuma ada di rangking ke-15 dari pemain yang seringkali dipakai semenjak Lopetegui menggantikan tapi terpenting untuk mengingat tiga perihal. Pertama, saat 430 menit Morata mendekati dua tahun tidak terkalahkan Spanyol, dia cetak tujuh gol serta membuahkan beberapa assist yang begitu bermanfaat. Morata mempunyai talenta besar untuk dapat bermain menjadi Nomer 9 langsung baik dalam konstruksi 4-3-3 atau 4-2-3-1 – atau dia bisa melayang-layang ke touchline kanan menyeret lawan dengan dia serta buka ruangan untuk pembuat gol reguler yang lain seperti Silva, Marco Asensio atau Isco. Ke-2, Lopetegui sudah mengetahui jika Morata ialah pemain kompetisi.

Lihat Juga :  Maradona, Neuer di sayap dan Ronaldo tendangan bebas: Piala Dunia 2018 baik, buruk, jelek dan aneh sejauh ini

Serta ini begitu terpenting. Dalam sampai semi final Under-17 World Cup hampir satu dekade lantas, lalu memenangi ke-2 titel Eropa U19 serta U21, Morata cetak 12 gol final kompetisi untuk meningkatkan tiga di Euro 2016. Jika titel U21-nya dibawah pengawasan Lopetegui penting juga. Morata memberi kecepatan, kemampuan, tinggi, gol, assist, nuansa taktis, serta tidak seperti Costa di Spanyol, dia seutuhnya didalam rumah dengan lulus sekali sentuh serta mengalihkan matriks tempat Andres Iniesta, Sergio, Busquets, Silva, Isco, Asensio serta Thiago semua berkembang. Ke-3, untuk semua keindahan, ketangkasan serta kebutuhan taktis style permainan kepemilikan Spanyol, tiga kemenangan berturut-turut mereka pada 2008-2012 hadir dari 32 gol – 16 salah satunya diciptakan oleh striker tengah.

Lihat Juga :  Sihir Jose Mourinho Kurang Manjur di MU

Tujuan saya David Villa, Fernando Torres atau Dani Guiza (pemain style Morata) dibanding saat Cesc atau Silva atau Mata cetak gol dari tempat tengah ke depan menjadi “Nomer Sembilan 9.” Keinginan Spanyol untuk sukses akan hidup atau mati di Rusia bergantung pada apa striker tengah bisa cetak score yang cukuplah untuk beberapa pemain simpatisan (dari Asensio sampai Silva, Rodrigo, Isco, Thiago, dkk) untuk menyiapkan artileri “penambahan”.Jika Morata sudah habiskan demikian lama hampir mati dibawah Conte di Chelsea, sekarang ini, gatakan di Barcelona minggu lainnya jika Morata ialah pemain hebat dalam pembuatan serta jika dia berkesan oleh usaha pemain berumur 25 tahun untuk memenangi kembali posisinya begitu menggembirakan

Baca Juga :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme