Manchester United Tolak Bantuan Pemerintah untuk Membayar Gaji Karyawan

Klub-klub Premier League sudah pastikan akan ikuti pola ‘furlough’ yang diserahkan pemerintah Inggris untuk bayar upah karyawannya. Tetapi tidak dengan Manchester United. ‘Furlough’, atau dengan cara harfiah bermakna cuti, ialah pola yang diserahkan pemerintah supaya satu unit usaha tidak memakai karyawannya selama saat epidemi virus Corona ini berjalan. Untuk alternatifnya, 80 % dari upah karyawan dijamin pemerintah.

 

Semua unit usaha yang dipandang tidak penting dalam keberlangsungan hidup diharap untuk ikuti pola itu. Tidak kecuali sepak bola. Klub-klub Premier League juga pastikan turut dalam pola itu. Diantaranya ialah Liverpool serta Tottenham. Tetapi ke-2 club itu dinilai habis-habisan sebab dipandang dapat bayar karyawannya dengan cara mandiri. Pada akhirnya Liverpool juga menggagalkan keterlibatannya dalam jadwal pemerintah itu. Tidak semua team Premier League ingin ikuti pola ‘furlough’. Waktu lalu, Manchester City sudah mengatakan kehendaknya tidak untuk turut terjebak. Langkah itu selanjutnya diiringi oleh lawan sekotanya, Manchester United.

Lihat Juga :  Juventus Ingin Tukar Paulo Dybala dengan Harry Kane?

 

Mereka tidak mencutikan beberapa karyawannya yang sejumlah 900 orang serta masih bayar mereka seperti harusnya. Staf tahu kebijaksanaan club itu pada Senin (6/4/2020) waktu ditempat lewat kiriman surel dari pejabat MU langsung, Ed Woodward. Beberapa pekerja diharap untuk kerja dari tempat tinggal semasing. Bekasnya tetap kerja dengan beban yang dikurangi.

 

Lalu untuk isi kekosongan waktu, mereka diharap lakukan pekerjaan suka-rela buat menolong petugas medis atau komune lokal ditempat. Sebelumnya, Manchester United telah memiliki komitmen untuk selalu bayar upah staf laga walau Premier League belum dinyatakan diteruskan. Seputar tiga ribu orang tetap dibayar dengan keseluruhan pengeluaran dapat sampai satu juta pounds. Beberapa pemain juga ikut terlibat dalam menolong melawan epidemi virus Corona. Menurut Daily Mail, diketahui jika punggawa the Red Devils bersedia menyisihkan 30 % upahnya per bulan untuk memberi pertolongan ke unit medis. Kondisi epidemi virus Corona di Inggris dipercaya belum sampai puncaknya. Sampai kabar ini di turunkan, diketahui ada seputar 51 ribu masalah positif dengan jumlah kematian sekitar lima ribu jiwa.

Updated: 16th April 2020 — 1:23 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme