Jika Belgia ingin mengalahkan Brasil di perempat final, bagaimana mereka bisa melakukannya?

Ada mantra, untuk 20 menit pertama atau lebih, saat nampaknya Meksiko mungkin saja dapat menyusahkan Brasil. Carlos Vela memperoleh yang terunggul dari Fagner di Brasil, serta terasa jika Meksiko, seperti yang mereka kerjakan selama set penyisihan group, berjuang untuk merubah tempat yang wajar jadi kesempatan yang pasti. Tapi makin lama permainan berjalan, makin jelas jika Brazil dengan nyaman meredam Meksiko dengan lengan. Akan tetapi, 20 menit pertama itu, mungkin tawarkan Belgia keinginan terunggul yang ada.

Salah satunya segi Revolusi Tite yang kurang dibicarakan di Brasil merupakan langkah dia tingkatkan kemauan pertahanan mereka. Dalam 25 kompetisinya yang bertanggungjawab, Brasil cuma kebobolan enam gol. Di kompetisi ini, mereka cuma mengungkapkan satu – serta jika header oleh Steven Zuber dari Swiss dari pojok yang mungkin saja sudah dikesampingkan karena dorongan.Permasalahan paling besar Belgia dalam usaha menaklukkan Brasil merupakan temukan langkah untuk cetak gol menantang pertahanan yang begitu baik. Ini merupakan kesetimbangan yang Tite bicara tiada henti.

Lihat Juga :  Saat-saat menakjubkan Piala Dunia: Luis Suárez menggigit Giorgio Chiellini pada tahun 2014

Strategi hanya beberapa darinya. Tite merupakan figur yang begitu mengesankan yang memproyeksikan ketenangan serta keyakinan diri, tapi masih tetap ada perasaan jika Brasil mungkin saja ringkih dengan emosional. Arah Zuber menaklukkan mereka dari langkah mereka serta dakwaan atas ketetapan yang dikit kontroversial itu, dengan kehebohan yang melingkupi tiap-tiap rintangan pada Neymar – yang selalu coba merubah Piala Dunia jadi film biografi pribadi – tunjukkan jika histeria yang menguraikan mereka di semi final empat tahun lantas mungkin saja belumlah seutuhnya dihapus. Mungkin saja, sebenarnya, itu merupakan konsekuensi lumrah yang tidak terhindar dari keinginan yang melingkari mereka.

Tetapi kuartal pembukaan itu menantang Meksiko memang tunjukkan peluang kesempatan taktis untuk Belgia. Sesudah Dani Alves dikesampingkan dari tim karena cedera, Brasil tetap tampak rawan di bek kanan. Danilo – yang pada Kamis malam di keluarkan dari kompetisi karena cedera pergelangan kaki – bermain seri menantang Swiss, mulai sejak Fagner dikerahkan disana. Vela, serta Hirving Lozano saat dia geser ke kiri Meksiko, kedua-duanya membuatnya terlihat lamban pada gilirannya. Permasalahan buat Belgia, walau, merupakan jika 3-4-2-1 mereka tidak selamanya menggerakkan pemain ketat menantang full-back. Yannick Carrasco dapat maju dari bek sayap kiri tapi dia kemungkinan akan bertemu dengan Willian. Itu bermakna Eden Hazard, yang beroperasi hampir menjadi orang yang dibiarkan didalam Romelu Lukaku, dengan Dries Mertens di sebelahnya, mesti menarik ke kiri untuk coba mendesak Fagner.Tetapi itu pada gilirannya tinggalkan permasalahan penambahan, yang dihadapi Meksiko, yakni bagaimana memperoleh pemain yang cukuplah ke kotak untuk ambil keuntungan. Bila Hazard menarik bola ke kiri, itu akan membuat pemain besar Kevin De Bruyne maju ke depan untuk masuk dengan Mertens serta Lukaku di kotak penalti.

Lihat Juga :  Argentina berada di persimpangan jalan setelah Piala Dunia runtuh sebagai era pasca-Lionel Messi

Baca Juga :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme