Belgia datang untuk mengalahkan Jepang di babak 16 besar Piala Dunia dengan score akhir 3-2

Ini akan turun menjadi classic Piala Dunia, permainan liar serta kacau yang akan dibicarakan di tahun-tahun yang akan datang, terutamanya beberapa detik akhir dramatis waktu Belgia pergi dari satu ujung lapangan ke ujung yang lain dalam waktu relatif cepat mata cetak gol yang merampungkan comeback mengagumkan serta mematahkan hati Jepang.

Thibaut Courtois, yang mengawali serangan balik itu dengan mengklaim sepakan pojok, didakwa dari daerahnya untuk merangkul Roberto Martínez, pelatih, serta siapa juga yang menyetir ketika itu dapat dimaafkan bila berfikir jika Belgia barusan memenangi Piala Dunia. Terdapat adegan seram waktu Nacer Chadli, pencetak gol kemenangan, dikerumuni oleh rekanan setimnya sesaat Martínez serta Courtois menari di lapangan.

Keceriaan Belgia dapat dimengerti pada banyak tingkatan. Dua gol ke bawah dengan 21 menit tersisa, mereka terlihat seperti mereka akan bernasib sama dengan Jerman, Spanyol, Portugal serta Argentina. Demikian sebaliknya, Belgia membuat sedikit histori dengan berubah menjadi team pertama yang hadir dari dua gol ke bawah untuk memenangi laga KO Piala Dunia semenjak tahun 1970, waktu Jerman Barat menaklukkan Inggris di perempat final.

Tetapi tidak cuma hadiah – perempat final Piala Dunia melawan Brasil di hari Jumat – atau comeback yang bikin kemenangan ini demikian istimewa ; itu merupakan waktu dari gol kemenangan juga. Jam sudah berlalu sampai empat menit paling akhir waktu penambahan waktu Chadli tersambung dengan umpan silang Thomas Meunier, tinggalkan Jepang, yang bermain dengan keberanian serta kepercayaan semacam itu, dengan sedikit waktu untuk lakukan kick-off.

Lihat Juga :  Luka Modric Buka Peluang Hijrah ke MLS

Peluit akhir terdengar beberapa detik lalu serta kontras dalam emosi mengagumkan. Waktu Belgia bersukacita, beberapa pemain Jepang roboh. Beberapa menangis ; yang lainnya memukul lantai dengan frustrasi. Mereka sudah bermain mengagumkan serta menyumbang demikian banyak pada set ke-2 sepakbola yang berdenyut, memberikan Belgia ketakutan hidup mereka dalam proses, tetapi pada akhirnya Akira Nishino serta beberapa pemainnya tidak mempunyai apa-apa untuk dipertunjukkan. Nampaknya kejam pada banyak level serta Nishino, sang pelatih, nampaknya menyalahkan dianya kemudian karena tidak lakukan semakin banyak untuk menahan gol Chadli.

Menguber seseorang pemenang di satu ujung sesudah dipatahkan kembali pada 2-2, Jepang membiarkan diri mereka terserang serangan balik brilian yang lihat Kevin De Bruyne, yang di keluarkan oleh Courtois, membawa bola ke atas gawang sekurang-kurangnya 60 yard. Terdapat baju merah dimana saja namun De Bruyne, yang sudah berubah menjadi figur pinggir untuk beberapa malam itu, pilih waktu yang pas untuk memberikan makan Meunier di samping kanan. Romelu Lukaku tanpa ada pamrih membiarkan umpan silang Meunier lari ke Chadli serta dengan arah menguap mengundang di depannya, pemain pengganti itu tidak pernah ditinggalkan.

Lihat Juga :  Brasil tersingkir dari Piala Dunia setelah pemogokan De Bruyne yang menakjubkan

Waktu apa. Apa pergantian haluan. Skrip sudah ditulis untuk surprise Piala Dunia yang lain waktu Jepang lari ke memimpin 2-0 di awalnya set ke-2. Genki Haraguchi cetak gol dengan sentuhan panah yang indah serta, empat menit lalu, Jepang ada di alam mimpi waktu pemain berpotensi Takashi Inui cetak gol ke-2 yang indah. Martínez melihat ke langit ketika itu.

Tetapi, ide hadir dari bangku pengganti alih-alih diatas. Pengenalan Chadli serta Marouane Fellaini, yang cetak gol keseimbangan sesudah sundulan Jan Vertonghen sudah kurangi defisit, menggeser momentum permainan dalam mensupport Belgia, cuma ketika itu terlihat seakan-akan Jepang mungkin saja pergi untuk mendapat ke-3. Bukanlah bermakna Martínez coba ambil credit untuk pergantian itu.

” Hari ini bukanlah hari untuk bicara mengenai system, ” tuturnya. “Kenyataannya merupakan kami turun 2-0, jadi Anda mesti temukan jalan keluar serta reaksi, namun lebih dari apapun yang Anda punyai untuk temukan impian serta kebersamaan menjadi sekumpulan pemain untuk tampak. Bila Anda lihat statistik tidak terdapat beberapa permainan waktu Anda bisa sembuh dari 2-0 di Piala Dunia. Jadi saya fikir ini bergantung pada kepribadian, konsentrasi, impian serta sikap tidak pernah-katakan-mati dari grup pemain ini, dan keyakinan beberapa pemain waktu mereka hadir. ”Martínez terasa jika Belgia bermain ” hampir dengan rasa takut ” sebelum saat unggul 2-0 serta meneruskan untuk tunjukkan jika timnya mungkin saja sudah terbebani oleh ” tag berubah menjadi favorite ” untuk dilewati. Either way, Jepang wajar mendapat credit besar untuk memberi kemampuan yang menggetarkan.

Lihat Juga :  Rapor Pemain AS Roma Vs Liverpool: Panggung Mane dan Nainggolan

Arah Haraguchi, yang dibuat oleh Shinji Kagawa yang mengesankan, sangatlah mengagumkan, walau Brasil juga bakal mencatat langkah dimana Vertonghen dipukuli karena kecepatan serta terkena posisional. Tujuan Inui bahkan juga sangat baik, dengan pemain sayap itu melepas tembakan indah dari luar ruang diluar Courtois.Eden Hazard mengenai gawang pada dua gol itu serta sundulan melebar Lukaku meluncur sangatlah melebar namun Belgia mendapatkan sedikit keberuntungan yang mungkin saja patut mereka mendapatkan waktu sundulan Vertonghen melingkar diatas Eiji Kawashima, penjaga gawang Jepang.Lima menit lalu tingkat Belgia. Bahaya melayang-layang diatas salib yang Fellaini dengan tegas menuju rumah untuk mengatur akhir cemas yang lihat kesempatan hadir serta pergi di ke-2 ujungnya sebelum saat Chadli cetak gol pas pada kematian.

Baca Juga Artikel Terkait :

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2018 Agen Casino | Agen Sbobet | Agen Judi | Judi Online | Judi Bola | Agen Poker | Agen Togel All Rights Reserved. Frontier Theme